10/24/2022 09:42:00 AM

Shopee Error! Netizen Ngeluh: Error Mulu dari Semalem!

by , in

Jakarta, CNBC Indonesia – Aplikasi Shopee dilaporkan mengalami error. Sejumlah pengguna mengadukan hal tersebut di Twitter. Banyak dari mereka yang melaporkan aplikasi mereka sulit diakses. Termasuk menyebutkan masalah tersebut sudah terjadi sejak hari kemarin dan hingga sekarang belum kembali normal.

“Shopee kalian masih eror kah? Kok yang masih eror deh,” ujar salah satu pengguna, Jumat (23/12/2022).

“Shopee lagi error ga sih, error mulu dari semalem,” kata pengguna lainnya.

Sejumlah pengguna berusaha mengonfirmasi hal itu dengan mention akun resmi Shopee Indonesia @ShopeeID. Namun hingga kini belum ada keterangan dalam akun tersebut.

Beberapa pengguna juga mengunggah tangkapan layar (screenshot) laman aplikasi mereka. Tangkapan layar itu menunjukkan aplikasi tertutup sebuah pemberitahuan aplikasi sedang dalam perbaikan.

“Ups, halaman sedang dalam perbaikan. Mohon tunggu sebentar,” tulis pemberitahuan tersebut. Hanya ada satu tombol di dalamnya untuk kembali ke laman utama.

Banyak pengguna yang berusaha memecahkan masalah itu namun aplikasi mereka tetap tidak bisa diakses. Salah satunya ada yang mengaku telah melakukan clear cache.

“Halo admin @ShopeeID, ini aplikasinya error dari kemarin ya? udah di clear cache juga tetap gini. Shopee error ya?” tulis seorang pengguna.

CNBC Indonesia mencoba mengonfirmasi aplikasi error ini ke pihak Shopee.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Kena Prank Shopee, Pria Ini Luntang-lantung di Singapura


10/21/2022 04:27:00 AM

eSIM Indosat Akhirnya Tiba, Ini Kegunaan dan Cara Pakainya

by , in

Jakarta, CNBC Indonesia – Menyusul Smartfren tahun 2019 lalu, Indosat baru saja meluncurkan eSIMnya sendiri. Jadi pengguna Indosat dan iPhone 11 ke atas sudah bisa menggunakan nomornya dengan menggunakan layanan tersebut.

eSIM berbeda dengan nano-SIM yang dikenal saat ini. Melansir laman Apple, eSIM atau SIM Digital memungkinkan pengguna mengaktifkan paket tanpa menggunakan nano SIM.

eSIM juga telah ada di dalam perangkat pendukung. Pengguna juga tak perlu melakukan inject kartu lagi untuk mengganti dengan operator lain, hanya melakukan scan QR Barcode saja.

Untuk Indosat sendiri, saat ini baru menyediakan aktivasi nomor di wilayah Jakarta. Namun akan diperluas secara nasional dalam waktu dekat.

“Pada fase awal ini, pelanggan dapat melakukan aktivasi nomor baru dan penggantian kartu fisik nomor lama IM3, baik prabayar maupun pascabayar di Gerai KPPTI, Pondok Indah, Roxy, Kota Kasablanka, Mangga Dua, dan Mall Ambassador. Produk eSIM tersebut segera tersedia secara nasional dan akan kami informasikan dalam waktu dekat,” kata SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, Steve Saerang dalam keterangan yang diterima CNBC Indonesia, Jumat (23/12/2022).

Untuk mendapatkan eSIM, masyarakat hanya perlu mendatangi gerai. Berikutnya membeli kartu eSIM atau menukarkannya dengan SIM lama. Lanjutkan dengan melakukan verifikasi informasi pribadi untuk aktivasi eSIM QR. Terakhir pindai scan QR dari HP.

Beberapa perangkat HP iOS dan Android sudah bisa menggunakan eSIM. Ini cara untuk aktivasi di iOS:

1. Masuk ke menu Pengaturan dan pilih Seluler
2. Pilih Add Cellular Plan
3. Pilih Use QR Code
4. Pindah kode QR
5. Klik Cellular Plan
6. Pilih saluran Default yang ingin gunakan, lanjutkan klik Continue

Berikut tahapan aktivasi di Android:

1. Masuk ke menu Pengaturan, pilih Connections
2. Pilih Sim Card Manager
3. Pilih Add Mobile Plan
4. Pilih scan carrier QR Code
5. Pindai QR Code
6. Setelah eSIM terdeteksi, klik Confirm
7. Saat eSIM terdaftar, tekan OK untuk mengaktifkannya

Daftar Perangkat yang Dukung eSIM

Berikut daftar perangkat yang telah mendukung eSIM, dilansir dari laman resmi iM3:

Apple

IPhone 14, IPhone 14 Plus, IPhone 14 Pro & Pro Max
IPhone 13, IPhone 13 Mini, IPhone 13 Pro & Pro Max
IPhone 12, IPhone 12 Mini, IPhone 12 Pro & Pro Max
IPhone 11, IPhone 11 Pro, IPhone 11 Pro & Pro Max
IPhone XS & XS Max, IPhone XR, IPhone SE (2020 & 2022)

Samsung

Galaxy S22 Ultra 5G, Galaxy S22+ Ultra 5G, Galaxy S22 5G
Galaxy S21 5G, Galaxy S21 Ultra 5G, Galaxy S21+ Ultra 5G
Galaxy S20 & S20+
Galaxy Z Flip, Galaxy Z Flip3 5G
Galaxy Z Fold3, Galaxy Z Fold2, Galaxy Fold
Galaxy Note 20 Ultra, Galaxy Note 20+, Galaxy Note 20

Huawei

Huawei P40, Huawei P40 Pro, Huawei Mate P40 Pro

Oppo

Oppo Find X5, Oppo Find X5 Pro

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


iPhone 14 Segera Rilis, Kapan Waktu Tepat Beli iPhone?

(npb)


10/20/2022 10:14:00 PM

Bersiap! WhatsApp Diblokir Permanen dari HP Tahun Depan

by , in

Jakarta, CNBC Indonesia – WhatsApp (WA) tak bisa lagi dipakai untuk beberapa HP Android maupun iOS, mulai 31 Desember 2022. Layanan chatting tersebut mengatakan ada 49 perangkat yang bakal terpengaruh dengan pemblokiran ini.

Hal ini dikarenakan WhatsApp kerap melakukan pembaruan software. Namun, banyak HP keluaran lama yang tak bisa lagi mengikuti pembaruan tersebut.

Misalnya saja pada Oktober lalu, ketika WhatsApp mengumumkan berhenti berfungsi pada iPhone yang menjalankan iOS 10 dan iOS 11. Gara-gara itu, iPhone 5 tidak bisa lagi mengakses WhatsApp per akhir Oktober.

Nah pada gelombang kali ini, lebih banyak HP Android yang bakal kehilangan akses ke aplikasi WhatsApp. Jika HP kamu ada di dalam daftar ini, siap-siap 31 Desember nanti.

Tak ada cara lain untuk tetap mengakses WhatsApp selain ganti ke model HP yang lebih baru. Berikut adalah daftar HP yang tidak lagi dapat dukungan dari WhatsApp mulai 31 Desember 2022, dikutip dari Gizchina, Senin (26/12/2022):

iPhone 5

iPhone 5c

Archos 53 Platinum

Grand S Flex ZTE

Grand X Quad V987 ZTE

HTC Desire 500

Huawei Ascend D

Huawei Ascend D1

Huawei Ascend D2

Huawei Ascend G740

Huawei Ascend Mate

Huawei Ascend P1

Quad XL

Lenovo A820

LG Enact

LG Lucid 2

LG Optimus 4X HD

LG Optimus F3

LG Optimus F3Q

LG Optimus F5

LG Optimus F6

LG Optimus F7

LG Optimus L2 II

LG Optimus L3 II

LG Optimus L3 II Dual

LG Optimus L4 II

LG Optimus L4 II Dual

LG Optimus L5

LG Optimus L5 Dual

LG Optimus L5 II

LG Optimus L7

LG Optimus L7 II

LG Optimus L7 II Dual

LG Optimus Nitro HD

Memo ZTE V956

Samsung Galaxy Ace 2

Samsung Galaxy Core

Samsung Galaxy S2

Samsung Galaxy S3 mini

Samsung Galaxy Trend II

Samsung Galaxy Trend Lite

Samsung Galaxy Xcover 2

Sony Xperia Arc S

Sony Xperia miro

Sony Xperia Neo L

Wiko Cink Five

Wiko Darknight ZT

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Thank You Whatsapp, Kini Bisa Keluar Grup WA dengan Elegan

(tib)


10/20/2022 03:39:00 PM

Karyawan Google Marah dan Stres, Minta Kepastian Soal PHK

by , in

Jakarta, CNBC Indonesia – Karyawan Google mengaku marah dan mengalami stres karena perubahan kebijakan di perusahaan teknologi tersebut di tengah tren pemutusan hubungan kerja.

Pada pertemuan terbuka terbaru perusahaan pada 8 Desember, pertanyaan teratas menggambarkan stres seputar tinjauan kinerja akhir tahun, demikian menurut audio pertemuan yang diperoleh CNBC Internasional.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut juga menunjukkan bahwa beberapa karyawan tidak mempercayai kepemimpinan perusahaan yang transparan dalam menangani jumlah karyawan.

“Mengapa Google mendorong kuota check-in dukungan ke manajer lini depan beberapa hari sebelum tenggat waktu?” tanya seorang karyawan, dalam pertanyaan yang dibacakan oleh CEO Google Sundar Pichai.

“Saya telah melalui banyak hal di Google dalam 5+ tahun tetapi ini adalah titik terendah baru.”

“Proses dukungan membingungkan, semakin menjadi penyebab stres dan kecemasan di kalangan Googler, terutama mengingat situasi ekonomi saat ini dan desas-desus seputar PHK, “kata pertanyaan karyawan berperingkat teratas lainnya.

Awal bulan ini karyawan mulai menerima “check-in dukungan” di hari-hari terakhir menjelang tenggat waktu akhir tahun. Check-in dukungan biasanya diberikan kepada mereka yang kinerjanya di bawah rata-rata.

Mereka juga mengatakan para pemimpin perusahaan mengubah sebagian proses di hari-hari terakhir.

Beberapa karyawan juga bertanya kepada para eksekutif apakah mereka punya rencana untuk mengurangi jumlah karyawan di tahun depan terhadap mereka dengan kategori kinerja yang kurang baik.

Meskipun para eksekutif mengatakan bahwa mereka tidak memiliki kuota pengurangan pegawai, hal itu tampaknya tidak meyakinkan karyawan.

Satu pertanyaan yang diajukan kepada para eksekutif apakah Google menjadi seperti Amazon yang menerapkan kuota jumlah karyawan dalam kelompok kinerja tertentu.

“Ketidakpastian seputar proses GRAD [proses penilaian kinerja Google] telah memberi banyak tekanan pada manajer tingkat bawah untuk menyampaikan informasi” tentang tinjauan kinerja dan terkadang memaksa dua hal yang bertentangan,” kata pertanyaan lain.

Tetapi sebagian besar eksekutif menghindari menjawab pertanyaan secara langsung. CEO Sundar Pichai terus mengatakan dia tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

“Apa yang telah kami coba lakukan dengan keras adalah kami mencoba memprioritaskan di mana kami bisa sehingga kami siap menghadapi badai dengan lebih baik, terlepas dari apa yang akan terjadi,” kata Pichai.

“Kami benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, jadi sayangnya saya tidak dapat membuat komitmen melihat ke depan, tetapi semua yang telah kami rencanakan sebagai perusahaan selama enam hingga tujuh bulan terakhir telah melakukan semua kerja keras untuk mencoba dan bekerja dengan cara kami melalui ini sebaik mungkin, hanya itu yang bisa saya katakan,” ujarnya.

Sejauh ini Google menjadi raksasa teknologi satu-satunya yang belum mengumumkan pemangkasan jumlah pegawai massal. Namun para karyawannya mulai khawatir mereka tinggal menunggu waktu menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) selanjutnya.

Selama beberapa waktu terakhir, perusahaan teknologi besar mengumumkan memangkas banyak pegawainya. Meta, misalnya, merumahkan 13% stafnya atau lebih dari 11 ribu orang.

Kemudian, Snap merumahkan sebanyak 20%, setengah pegawai Twitter dipecat, dan HP berencana PHK 4.000 hingga 6.000 orang selama tiga tahun ke depan.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Startup Ini Pecat Pegawai Lewat Zoom, 9 Bulan 4 PHK Massal

(dem/dem)


10/20/2022 04:35:00 AM

iPhone Murah Bakal Punah, Nabung Lagi Guys!

by , in

Jakarta, CNBC Indonesia – Seri iPhone murah, SE, kabarnya batal dirilis. Apple dilaporkan batal meluncurkan iPhone SE 4, sebab iPhone murah yang dirilis sebelumnya tidak laku di pasaran.

Informasi ini berasal dari analis Ming-Chi Kuo yang kerap membuat prediksi akurat soal Apple.

“Ini mungkin karena penjualan iPhone kelas menengah ke bawah yang konsisten lebih rendah dari perkiraan,” kata dia, dikutip dari Android Headlines, Jumat (23/12/2022).

Android Headlines sendiri merujuk pada iPhone SE 3, iPhone 13 Mini dan iPhone 14 Plus.

iPhone versi Mini sebelumnya telah dimatikan oleh Apple pada iPhone generasi ke-14. Hal ini disebabkan penjualan iPhone 13 Mini mengecewakan, meski banyak orang yang mengaku menyukai versi tersebut.

Nasib serupa juga dialami iPhone SE 3 yang diluncurkan tahun ini. Android Headlines mencatat ada banyak faktor penyebabnya. Antara lain dari aspek desainnya yang ketinggalan jaman, serta masa performa baterai yang kurang gahar.

Di Indonesia, iPhone SE 3 dijual mulai dari Rp 8 jutaan. Tampilannya juga tidak ada perubahan signifikan dari model yang dirilis pada 2020 lalu, meski telah menggunakan chip A15 Bionic yang digunakan pada iPhone 13.

Sementara itu, iPhone 14 Plus disebut tidak terlalu berbeda dengan iPhone 13. Hingga saat ini, Apple belum mengonfirmasi kabar tersebut.

Sebelumnya, ada kabar yang menyebut iPhone SE-4 bakal dirilis sebagai versi iPhone XR yang dikemas ulang. Harusnya versi baru tersebut akan menjadi iPhone SE pertama yang membuang tombol Home.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


iPhone 14 Dirilis Tengah Malam Ini, Berikut Cara Nontonnya

(dem)


10/18/2022 06:16:00 PM

Telkom Mulai Pembangunan Data Center Baru di Batam

by , in

Tech – Dok. Detik/Rachman Haryanto, CNBC Indonesia

22 December 2022 18:40

PT Telkomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) melalui anak usahanya NeutraDC, menggelar ground breaking pembangunan data center berkapasitas 51 MW di Batam.


Foto Lainnya

    spinner loading





LAINNYA DI DETIKNETWORK

    spinner loading

10/15/2022 10:40:00 AM

Canggih! Avatar Bikin Teknologi Jepang Seolah Terbelakang

by , in

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemutaran film Avatar: The Way of Water sempat membuat Jepang kelimpungan. Banyak bioskop di Jepang melaporkan permasalahan teknis saat memutarkan film yang disutradarai oleh James Cameron itu.

Menurut laporan Bloomberg, salah satu bioskop di Jepang sampai harus menurunkan kecepatan putar (frame rate) Avatar yang khusus dibuat di 48 fps ke putaran standar 24 fps.

Hal ini berimbas pada calon penonton yang gagal menonton di banyak bioskop, sehingga uangnya dikembalikan.

Beberapa jaringan bioskop di Jepang juga melaporkan permasalahan, termasuk United Cinemas Co., Toho Col, dan Tokyu Corp. Namun, perwakilan jaringan tersebut menolak menjelaskan permasalahan yang mereka hadapi.

Kemungkinan mereka menghadapi masalah yang serupa, yaitu dukungan atas teknologi high frame rate (HFR) 48 fps. Fitur tersebut membutuhkan proyektor lebih baru atau modifikasi proyektor yang lebih lama.

Meskipun biasanya bioskop sudah diberitahu tentang format film yang didistribusikan dan bisa memutarnya dengan lancar, HFR sangat jarang digunakan sehingga punya potensi kesalahan lebih besar.

Avatar: The Way of the Water sebetulnya tersedia di banyak format, termasuk 2D 48 fps, 3D 48 fps, dan standar 24 fps. Versi 48 fps hanya menggunakan teknologi HFR untuk adegan aksi, kemudian diputar dalam format 24 fps untuk adegan yang sarat dialog.

Menurut Engadget, HFR paling pas digunakan untuk format 3D untuk menghindari potensi sakit mata hingga mual.

Di sisi lain, teknologi 24 fps lebih nyaman untuk format 2D karena memberikan kesan yang lebih natural, tidak warna yang terlalu kontras yang biasa disebut efek opera sabun yang juga disamakan seperti menonton video game.

Sementara, meski membuat kelimpungan bioskop Negeri Sakura, film Avatar: The Way of Water dilaporkan gagal memuncaki daftar film terlaris di Jepang pada pekan perilisannya. Ini kalah dari The First Slam Dunk, film anime bertema basket SMA.

[Gambas:Video CNBC]

(tfa/dhf)